lia.emilia12 (tgl. 10 Dec. 2007) > Tanya: buat bibers yang berpengalaman di bidang crafts/garment, sistem upah yang paling prakis dan menguntungkan bagi semua pihak bgm ya? apa dibayar per produk yang dibuat pengrajin/buruh atau per hari atau bgm, ya? > Tanggapan:
Bunda Ayu Z. Husodo Tanggapan:
Kalau aku pakai sistim gaji tetap ditambah bonus. Pengrajin & penjahit yang bantuin aku, aku gaji tetap per bulannya. Nggak banyak memang,aku usahain selalu diatas UMR. Trus, untuk setiap kerjaan aku kasih upah (aku sebutnya ke mereka bonus) per barang. Ini juga nggak banyak, tapi masih layak. Jadi tiap bulan, misal orderan pas sedikit banget mereka tetap punya uang untuk hidup. Kalau pas buanyak order, ya itu rejeki mereka dapat bonus banyak. Pas lebaran, aku usahan kasih THR juga (kita kan pengen juga kalo lebaran dapat THR). So far, sistim ini cocok untuk kondisi usahaku. Setelah pakai sistim ini (sebelumnya aku pakai sistim upah per barang dikerjakan) , turn-over pengrajin kecil sekali, bahkan dibilang ngga ada turn over berarti selama 4 tahun terakhir (yang bantuin aku nggak banyak, ada 4 orang).
Untuk menentukan berapa besarnya bonus per barang, aku bicarakan dengan mereka. Misalkan, untuk jahit tas, berapa lama waktu diperlukan, seberapa besar tingkat kesulitan, dll. Mereka kasih masukan, kalo kira-kira memang usulan bonus dari mereka oke dan masuk di biaya produksi, aku oke saja. Kalo nggak masuk, misal bonus itu bikin harga barang jadi mahal banget, ya aku nego lagi dengan mereka, dan aku jelaskan implikasinya (baran jadi mahal, chance laku jadi lebih kecil...kira2 gitu...)
> Bunda Prisma wati > Tanggapan: > Suami saya punya usaha produksi tas wanita,dari yang dia jalanin selama ini sistem pengupahan memakai sistem borongan,jadi pembayarannya dilakukan setiap akhir pekan (hari sabtu) itu dihitung berdasarkan jumlah barang yang dia kerjakan. misalnya di bagian jahit bahan hanya memperoleh upah 90rb/lusin barang, tukang potongnya 40rb/lusin dll.Nah untuk kebutuhan harian mereka, dikasih uang makan, nominalnya disesuaikan dengan perkiraan jumlah barang yang akan di produksi biasanya 20rb/orang (untuk makan 3x + rokoknya) sistem borongan ini minusnya tidak terjadi keterikatan antara pekerja dan owner,jadi bisa saja mereka pindah tempat yang lain.tetapi kalo sistem gaji, menurut saya berat di owner,karena kita harus punya modal besar untuk gaji mereka,ya kalo ordernya banyak dan nilainya ok, tapi kalo yang harga murah untung tipis sangat berat kalo pake sistem gaji. Untuk memotivasi mereka agar tetap bertahan bisa kita beri bonus per 3 bln ato per 6bln.nilainya disesuaikan dengan tingkat keuntungan kita selama bulan2 tersebut.
|