Komunitas BundaInBiz Advertisement
About Us arrow About Us arrow Rangkuman Milis arrow Rangkuman: Sistem Upah
Wednesday, 08 September 2010
 
 
About Us
Work At Home Resource
Kumpulan Artikel
Yang Terbaru
CURRENT EVENT
Advertisement
Syndicate
Statistics
Visitors: 577198
Who's Online
We have 15 guests online
EDITOR
EVENT PLANNERS
Advertisement
Advertisement

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Copy Paste
Link To Bundainbiz

Rangkuman: Sistem Upah PDF Print E-mail
Written by admin   
Thursday, 06 March 2008
lia.emilia12 (tgl. 10 Dec. 2007)
> Tanya:
buat bibers yang berpengalaman di bidang crafts/garment, sistem
upah yang paling prakis dan menguntungkan bagi semua pihak bgm ya? apa
dibayar per produk yang dibuat pengrajin/buruh atau per hari atau bgm,
ya?
>
Tanggapan:

Bunda Ayu Z. Husodo
Tanggapan:
Kalau aku pakai sistim gaji tetap ditambah bonus. Pengrajin &
penjahit yang bantuin aku, aku gaji tetap per bulannya. Nggak banyak memang,aku usahain selalu
diatas UMR. Trus, untuk setiap kerjaan aku kasih upah (aku sebutnya ke mereka
bonus) per barang. Ini juga nggak banyak, tapi masih layak. Jadi tiap
bulan,
misal orderan pas sedikit banget mereka tetap punya uang untuk hidup.
Kalau pas
buanyak order, ya itu rejeki mereka dapat bonus banyak. Pas lebaran,
aku usahan
kasih THR juga (kita kan pengen juga kalo lebaran dapat THR). So far,
sistim ini
cocok untuk kondisi usahaku. Setelah pakai sistim ini (sebelumnya aku
pakai
sistim upah per barang dikerjakan) , turn-over pengrajin kecil sekali,
bahkan
dibilang ngga ada turn over berarti selama 4 tahun terakhir (yang
bantuin aku
nggak banyak, ada 4 orang).

Untuk menentukan berapa besarnya bonus per barang, aku bicarakan
dengan mereka.
Misalkan, untuk jahit tas, berapa lama waktu diperlukan, seberapa
besar tingkat
kesulitan, dll. Mereka kasih masukan, kalo kira-kira memang usulan
bonus dari
mereka oke dan masuk di biaya produksi, aku oke saja. Kalo nggak
masuk, misal
bonus itu bikin harga barang jadi mahal banget, ya aku nego lagi
dengan mereka,
dan aku jelaskan implikasinya (baran jadi mahal, chance laku jadi lebih
kecil...kira2 gitu...)

> Bunda Prisma wati
> Tanggapan:
> Suami saya punya usaha produksi tas wanita,dari yang dia jalanin
selama ini
sistem pengupahan memakai sistem borongan,jadi pembayarannya dilakukan setiap
akhir pekan (hari sabtu) itu dihitung berdasarkan jumlah barang yang dia
kerjakan.
misalnya di bagian jahit bahan hanya memperoleh upah 90rb/lusin
barang, tukang
potongnya 40rb/lusin dll.Nah untuk kebutuhan harian mereka, dikasih
uang makan,
nominalnya disesuaikan dengan perkiraan jumlah barang yang akan di
produksi
biasanya 20rb/orang (untuk makan 3x + rokoknya)
sistem borongan ini minusnya tidak terjadi keterikatan antara pekerja dan
owner,jadi bisa saja mereka pindah tempat yang lain.tetapi kalo sistem
gaji,
menurut saya berat di owner,karena kita harus punya modal besar untuk gaji
mereka,ya kalo ordernya banyak dan nilainya ok, tapi kalo yang harga murah
untung tipis sangat berat kalo pake sistem gaji.
Untuk memotivasi mereka agar tetap bertahan bisa kita beri bonus per 3
bln ato per 6bln.nilainya disesuaikan dengan tingkat keuntungan kita selama bulan2 tersebut.
Cari Artikel BundaInBiz, Work At Home and Business Lainnya Disini:
Google
 
Web www.bundainbiz.com
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Image and video hosting by TinyPic
GRATIS!
Newsletter Serba Serbi
Bekerja dari Rumah! 
Email:
Name:

bekerja dari rumah dan berpenghasilan 18juta sebulan??? Klik disini!!
Photobucket
Photobucket
Polls
Alasan utama ingin bisa bekerja dari rumah?
  
MOMDERATORS
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
 
Top! Top!