| Bunda Laila - Juara 1 Lomba Menulis Ultah BIB |
|
|
|
| Written by admin | |
| Friday, 20 June 2008 | |
|
Jakarta, May 19th 2008 Dearest BIB… BIB, baru sempet nih ketak ketik… Moodnya baru datang last minute. Yuk mari..
Menemukan komunitas BIB, seperti jawaban yang diberikan oleh Allah SWT. Menurutku Allah SWT telah memberikan petunjuk dan penglihatan padaku bahwa ternyata, banyak sekali Bundas yang memiliki dilema yang sama seperti aku. Ingin berhenti bekerja kantoran untuk merawat sikecil, tetapi tetap berkarya dan mensuport suami untuk mendapatkan penghasilan rumah tangga (yach.. minimal sama seperti gaji yang kita terima setiap bulan sewaktu masih bekerja kantoran. He..he.. he..) But, how…? Sementara sewaktu kerja kantoran aja, aku paling anti tuh sama yang namanya dunia marketing dan sales (hampir seharian selalu berhadapan dengan computer dan report) . Dan pada waktu itu aku berpikir kalau ingin berhenti bekerja, paling hal yang bisa aku kerjakan sama seperti ibu-ibu yang aku temui selama ini baik dikomplek maupun disekolah anaku,.. jualan !!! entah itu yang berhubungan dengan garmen , makanan, MLM, produk asuransi dll. Hmmmm kayaknya aku paling gak bisa dagang dan ngecap nich.. (begitu pikir ku saat itu). Well.. apa dunk yang bisa aku kerjain dirumah, tetapi tetap bisa menghasilkan uang….? Hiks : < Aku kan gak mo menjadi Bunda yang tidak berguna dan hanya menyia-nyiakan waktu senggang hanya untuk kongkow dan rumpi, ich.. gak banget deh ..!!
I. Mantap…. dengan keputusan “Spektakuler” Dengan berbekal uang jasa dari perusahaan (Alhamdulillah, sejumlah 2 tahun gaji) dan berbekal ilmu yang kuperoleh dari BIB. Aku mantabbb… resign dari kantor tempat aku bekerja selama 10 tahun ini. Keinginan berhenti sih udah lama banget terlintas.. tapi untuk membulatkan tekad & memantapkan hati itu loh yang penting. (kalo gak ketemu BIB, mana bisa mantabb). Aku dah betul-betul menyelami dan menghayati tiap kata-kata yang termaktub pada blog, artikel, news letter, atau sekedar curhatannya mods BIB, (well, kayak terhipnotis gitu dech). Baik teman, keluarga, serta seluruh handay tolan sempat terkaget-kaget dengan keputusanku. Idiih hari gini berhenti kerja? Apa bisa? Lu kan udah biasa mobile abis, emang bisa gitu diem dirumah dan cuma urus rumah tangga? Jaman sekarang besarin anak-anak itu gak bisa dari satu kantong doang Non! Harus dari banyak kantong, eh lu malah berhenti kerja mo jadi ibu RT doang, stress loh nanti, gemuk loh nanti karena kebanyakan ngemil tapi gak ada kerjaan!! Mo usaha apa ? Usaha itu gak gampang lho!! Begitulah kira-kira komentar yang timbul atas keputusan spektakuler ini. Adalah tugas berat…. Menyakinkan khalayak ramai, bahwa saya akan baik-baik saja setelah berhenti bekerja (bersama bimbingan BIB tentunya..) Satu-satunya yang sangat terlihat bahagia dengan keputusan spektakulerku ini untuk banting setir menjadi Bunda rumahan adalah putri ku tercinta Aya.., Wuiiih.. seneeeng banget dia Bundz, Horeee.. Bunda gak kerja lagi.. Horrre..aku bisa dijemput bunda disekolah,.. Horre…. begitu katanya Bundz.. mo sedih gak sih dengernya Bundz? Aku jadi semakin yakin bahwa keputusanku berhenti bekerja saat itu sangatlah tepat. Aku berhenti bekerja ketika putriku memang sedang sangat membutuhkan keberadaanku (pada saat resign si sulung usianya 7 tahun, sibungsu usia 1 tahun). Apa yang terjadi bila aku berhenti diusia pensiun? Kedua gadis ku pasti sudah remaja dan bisa dibayangankan mereka kan Bundz… pasti udah punya dunia sendiri, dan pastinya keberadaanku kesana kemari mendampingi mereka sudah tidak terlalu dibutuhkan lagi karena mereka sudah bisa dan ingin melakukan segalanya sendiri. 2. Let’s do bisnis at home Seperti yang pernah aku baca di web BIB, untuk berwirausaha : Yang pertama : tidak diperlukan bakat, yang penting niat dan mental yang kuat (he..he..he.. soale sebelumnya aku tuch gak ada minat sama sekali sama yang namanya dagang or usaha, gak bakaaat…. begitu dulu aku berkilah). Yang ke -2 : BIB berkata paling baik usaha yang dipilih adalah berhubungan dengan hobby (he.. he.. he.. nach ini nih, …hobby ku pasti punya nilai jual). Yang ke-3 : BIB bilang mulailah usaha dengan yang “murmer” BIB telah membuka mataku,..aku memiliki kelebihan yang selama ini tidak aku sadari dapat menghasilkan uang, yaitu “membuat kerajinan tangan dan souvenir”. He.. he..he.. lagi-lagi aku menemukan ide dengan selembar kain untuk dijadikan sample berbagai kerajinan (total total gak sampai cepe ceng deh buat bikin sample). Seminggu setelah resmi berhenti bekerja, aku sudah menenteng sejumlah sample kerajinan tanganku, baik berupa gantungan kunci, tempelan kulkas, dompet, sampai boneka. Aku berangkat dengan gagah berbekal semangat BIB menuju pusat kulakan souvenir di mester/Jatinegara, menawarkan sendiri hasil karyaku, tentunya aku awali dengan Bismilah. Aku anggap ini sebagai survey pasar sekaligus “uji nyali” (abis..akhirnya.. aku terjun juga ke dunia yang namanya marketing & sales). Wuiiihh sulit memang.. tapiiii kok aku happy ya Bundz? Alhamdulilah hari pertama “jualan” dah ada yang order nih ribuan pieces jumlahnya. Bener juga loh kata BIB dibutuhkan kesabaran, dan perjuangan untuk memulai sesuatu yang baru. Ketika hampir putus asa karena semua toko souvenir menolak, didetikdetik terakhir aku ingin memutuskan pulang dan melanjutkan esok hari, eh ada yang kecantol sama sample yang aku bawa, dan tidak tanggung-tanggung orderannya sampai 9 ribuan pieces… Alhamdulillah, Allah SWT memang maha pengasih dan penyayang, Dan seketika itu juga aku pulang, dan langsung mencari tenaga kerja untuk membantuku memproduksi souvenir. Keuntungan orderan pertamaku itu dapat kubelikan 1 mesin jahit untuk menunjang kelanjutan usaha craft & souvenirku. 3. Senangnya menjadi orang yang Bermanfaat Gak terasa usaha craft & souvenirku ini dah jalan setahun loh, karyawanku sekarang ada 4 orang, dan mereka yang bekerja padaku adalah juga perempuan biasa tetapi mempunyai keinginan yang luar biasa untuk maju, baik yang jobless maupun ibu RT biasa, yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka sehari-hari. Hasil produksiku dan jualanku sudah bermacam-macam Bundz..selain handmade souvenir, boneka, aku juga menerima pesanan barang-barang promosi, sampai box & packagingnya. Duuhh,,, bahagia sekali bundz.. aku dapat memberikan ilmu pada mereka serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkan. Bahkan kini aku telah memiliki buyer langsung dari daerah dan baru baru saja Februari 2008 lalu aku mendaftarkan usahaku sebagai UKM. Dan pada bulan Maret 2008 Alhamdulillah, aku digandeng oleh Pemda DKI untuk menggelar koleksi craft & souvenirku pada saat PRJ 2008 nanti (gratis pula). Amien... (doain ya Bundz biar sukses di PRJ 2008, Yuk .. mampir!!) Dan yang bikin aku tak habis berucap syukur, adalah karena usahaku ini telah menarik perhatian pihak Kelurahan tempat aku berdomisili, kegiatan ketrampilanku ini telah menciptakan lapangan pekerjaan karena sejalan dengan program Pemerintah RI : (1) membrantas pengangguran, serta (2) Pemberdayaan wanita/ibu rumah tangga/ anak putus sekolah. Mereka berjanji akan terus mensuport homeindustriku ini baik dari segi pemasaran, modal, dll, Amien.. Allah SWT memang Maha Pemurah…semua kemudahan aku peroleh hanya karena-Nya. Tapi bukannya usaha namanya, bila tidak ada hambatan dan rintangan. Seperti yang aku sampaikan sebelumnya, tidak sedikit keluarga dan teman yang mencibir kelangsungan usahaku ini. Komentar-komentar mirimg tentang perubahan/keputusan spektakulerku untuk berhenti bekerja, aku anggap sebagai lecutan, dan aku sangat bersyukur karena berarti mereka menyayangi aku sehingga mereka takut terjadi hal-hal buruk menimpa diriku. Akupun sudah semakin langsing sing sing sing dibanding waktu aku dulu kerja kantoran (agak ndut, karena kebanyakan duduk n ngemil), karena merintis usaha ini betul betul menyita perhatian dan energiku Tapi aku yakin Bundz.. tak ada masalah yang tidak dapat diatasi, biar waktu yang akan membuktikan keseriusan ku dalam berwirausaha. Benar kata BIB, bukan berarti jelek menjadi wanita bekerja dikantoran. Buktinya sewaktu aku masih bekerja berangkat pulang sore, anakku tetap terawat dengan baik, sekolahnya pintar (1st rank terus Bundz..) sebuah pembuktian… bekerja kantoran dan rumahan itu sama saja. Semua tergantung pada manajemen waktu. Dan Aku dulu termasuk yang kewalahan dalam hal pembagian waktu dan perhatian, terlebih setelah anak kedua ku lahir pada tahun 2006. Benar kata BIB, bahwa dibutuhkan kesabaran dan mental yang luar biasa untuk menjadi seorang Bunda In Biz. Sabar, Ikhlas, & Syukur (SIS), adalah obat yang paling mujarab dalam menghadapi rintangan-rintangan dalam berusaha. Aku merasa orang yang merasa sangat-sangat beruntung, Seandainya saja pada saat itu aku gak iseng googling dengan kata “Bunda” (kedua putriku serta keponakanku memanggilku dengan panggilan sayang “Bunda”) aku ndak akan pernah kenal sama yang namanya Komunitas Bunda In Biz. Seandainya saja aku tidak mendapat wawasan yang dishare oleh BIB… Mungkin aku tidak pernah berani mengambil keputusan spektakuler itu.. “Berhenti Bekerja”. Seandainya saja aku tidak membaca dan mengaplikasikan ilmu yang dishare oleh BIB tentang Berbisnis dirumah… Mungkin aku tidak pernah berani mencoba untuk berwirausaha. Usahaku belum bisa dikatakan sukses, tetapi aku bangga karena apa yang sebelumnya aku anggap tidak mungkin terjadi pada diriku ternyata bisa aku jalani. Usahaku belum bisa dikatakan sukses, tetapi aku bangga karena aku berhasil membuka lapangan pekerjaan tidak hanya untuk diriku sendiri tapi juga orang lain yang membutuhkannya. Trims ya Bundz.. Semua karena BIB, bila tidak karena terkontaminasi virus baik BIB. Saat ini mungkin aku teteeep jadi orang kantoran dan teteeep gak berani ambil keputusan.
Selamat Ultah ke-3 Komunitas BIB. Semoga BIB makin jaya dan berkibar, baik diudara maupun didarat. Semoga BIB semakin bermanfaat bagi anggota milisnya, dan begitu pula seterusnya semua anggota milis BIB akan meneruskan manfaat ini secara estafet pada bunda-bunda disekitarnya. Yang pada akhirnya all bundaz di Indonesia bisa bermetamorfosis dari hanya Bunda Biasa menjadi “Bukan Bunda Biasa”. Amieen…
Salam BIB,
L 41 LA
NB :
|
|
| Last Updated ( Friday, 20 June 2008 ) |























