| Bunda Susan - Juara 2 Lomba Menulis Ultah BIB |
|
|
|
| Written by admin | |
| Friday, 20 June 2008 | |
|
BAGAIMANA BUNDAINBIZ MEMPENGARUHI HIDUP SAYA By SUSAN SAPTARIANI SADLI
Hmmm…kalau bicara tentang Bundainbiz, jujur akan saya bilang gampang-gampang susah. Kenapa gampang??? Karena begitu banyak hal positif yang saya dapat dari BundainBiz. Susahnya…karena saya tidak ok dalam menulis sebenarnya, tapi begitu banyak yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Kan jadi binun…eh..bingung. Tapi karena ingin berpartisipasi dalam ulang tahun BIB ini, saya coba deh curhat sedikit mengenai perasaan saya tentang BIB. Hal positif pertama yang saya rasakan adalah, saya jadi bisa ‘agak-agak ‘ mengikuti perkembangan teknologi. Saya bilang agak-agak, karena sebenarnya saya belum tahu terlalu banyak tentang internet selain buka dan baca email, tapi saya juga jadi ga terlalu asing lagi tentang hal yang satu ini. Melalui BIB, saya mulai kenal yang namanya blog (suer deh..katrok sih sebenarnya, tapi dulu saya memang ga kenal sama istilah blog), domain, hosting, bikin online bisnis (ini yang seru) dan terusterang aja, BIB adalah milis pertama yang saya ikuti.Senang rasanya, begitu buka email ada tulisan ‘you have 25 mesagges’..hehe, maklum, biasanya kan kosong gitu deh. Begitu baca surat-surat dari anggota milis lagi tambah senang aja, karena seringkali saya dapat tambahan ilmu dari situ. Entah tentang cara bikin bisnis online, cara menarik pelanggan, cara mengatasi pelanggan yang rewel, cara mengatur waktu antara kerja dan mengurus keluarga. Wah, asyik juga nih saya pikir. Ternyata traveling without moving ga hanya bisa di dapat lewat baca juga ya (kebetulan saya gemar membaca juga) , tapi bisa juga didapat lewat ikutan milis kayak BIB gini. Karena ikut milis inilah kemudian saya jadi tertarik untuk ikut milis-milis tetangga, walaupun kesetiaan tertinggi tetap diberikan untuk milis ini (halah…ini betul-betul datang dari lubuk hati yang paling dalam lho) Hal selanjutnya yang saya dapatkan adalah adalah pencerahan baru tentang kegiatan atau usaha apa yang bisa saya lakukan dari rumah. Kalo boleh cerita sedikit nih, dari dulu saya sebenarnya punya cita-cita jika suatu saat menikah dan memiliki anak, saya tidak ingin menghabiskan hampir seluruh hari saya di luar rumah (tempat kerja) sehingga kehilangan moment-moment penting dari anak-anak saya seperti yang dialami oleh ibu saya. Beliau adalah seorang wanita bekerja yang cukup sibuk, yang bekerja dari pagi dan baru pulang sore hari walaupun tidak menelantarkan anak sama sekali. Malah menurut saya, ibu saya itu wanita super lho. Bangun sejak azan subuh belum terdengar, menyiapkan kebutuhan seluruh anggota keluarga. Biarpun ada si mbak di rumah, yang mengatur belanja dan menu sehari-hari tetap ibu ,bahkan seringkali dia menyempatkan pergi berbelanja ke pasar sebelum pergi kerja. Maklum, jaman dulu kan ga semacet sekarang. Lagipula kami tinggal di Bogor yang tentunya tidak sebesar Jakarta. Sore hari sepulang kerja, ibu masih sempat menemani kami belajar dan mengecek keperluan sekolah kami untuk esok hari. Walaupun demikian, tetap saja ada saat-saat dimana ibu saya tidak dapat ikut menikmati. Misalnya, kata pertama yang diucapkan adik, langkah-langkah pertama ketika adik mulai bisa berjalan, ataupun cerita-cerita ‘seru’ kami di sekolah karena biasanya orang pertama yang jadi tempat curhat adalah kakak sepupu saya yang kebetulan tinggal bersama kami. Kami sih sebenarnya ga pernah merasa kekurangan kasih sayang orangtua terutama ibu, hanya saja ibu kadang-kadang seringkali merasa bersalah karena harus meninggalkan kami setiap hari demi membantu ayah mencari penghasilan. Itu membuat saya berpikir alangkah enaknya seandainya kita bisa menghasilkan uang dari rumah. Keinginan ini mulai terbersit lagi ketika saya yang waktu itu telah bekerja di salah satu cabang perusahaan retail di kota Bandung dengan posisi yang lumayan , menikah dengan suami saya yang yang kerja dan berdomisili di Jakarta. Demi efisiensi biaya dan tidak tahan berjauhan terus membuat saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan ikut suami tinggal di Jakarta. Awal-awal berhenti kerja sempat gamang dan bingung. Ternyata butuh penyesuaian diri yang agak lama, dari seseorang yang tadinya selalu merasa kekurangan waktu menjadi seseorang yang kebanyakan waktu luang. Dengan persetujuan suami akhirnya saya ikut kursus menjahit dan dengan kesibukan baru ini, saya merasa lebih berarti. Urusan jahit-menjahit ini sempat berjalan beberapa lama, dan order pertama saya adalah membuat baju hamil untuk kakak ipar saya. Lumayan, selain dapat uang, hasil jahitan saya sempat jalan-jalan ke kantornya dan beberapa kali kebagian order baju hamil. Hobi saya akan jahit menjahit lalu diteruskan pada kegiatan sulam menyulam. Di sinilah saya menemukan passion saya yang sesungguhnya. Secara otodidak saya mulai belajar menyulam karena rasanya ga tega kalau terus-terusan minta uang untuk kursus pada suami. Lama-lama saya mulai aplikasikan sulaman saya pada media yang banyak terdapat di rumah yaitu jilbab. Di tengah-tengah keasikan saya menyulam inilah saya mulai mengenal adanya BIB. Slogannya itu lho yang menarik hati saya “Bukan Bunda Biasa”. Waah..ternyata ini komunitas tempat berkumpulnya bunda-bunda yang hebat deh. Lewat sharing dan tukar menukar informasi yang terjadi di milis ini, akhirnya saya mulai memberanikan diri untuk menjual hasil karya saya walaupun secara offline. Ini juga dikarenakan celetukan suami yang bilang” Jilbab sulam sebanyak itu mau dipakai sendiri emang…?” Hasil pertama memang tidak terlalu menggembirakan. Ada kalanya saya patah arang dan tidak percaya diri. Melihat banyaknya hasil karyaku yang tak terjual, sempat rasanya timbul keinginan untuk berhenti saja dari kegiatan menyulam karena ternyata tidak banyak orang yang menyukai hasilnya. Namun setiap keputus asa-an itu datang, selalu saja muncul salah satu sharing dari sesama anggota milis yang lain yang kembali membangkitkan semangat di hati. Ternyata saya ga sendiri ya. Masalah yang saya hadapi saat itu ternyata pernah juga menghinggapi para bunda yang lain di awal usahanya, tapi toh mereka tetap berusaha dan bisa berhasil. Akhirnya saya terapkan juga berbagi tips dan trik yang pernah dipraktekan dan dibagikan oleh teman-teman ini, dan alhamdulilah ternyata pada akhirnya, produk saya laris juga.Paling tidak ada orang-orang yang menyukai apa yang say buat. Saat ini, telah terbersit keinginan dalam hati saya, ingin meng-onlinekan binis ini seperti para bunda lain meng-onlinekan bisnisnya. Lewat berbagai macam sharing, saya dengan sendirinya juga mulai belajar bagaimana cara membuat blog sendiri, belajar bagaimana membuat foto produk yang baik, belajar bagaimana cara ‘memasarkan’ produk kita dengan kata-kata yang menarik. Rasanya, tercebur dalam komunitas ini seperti ikut terlibat dalam sebuah sekolah bisnis. Asik sekali.. Terimakasih para founders BIB. Salah satu ‘kesalahan’ BIB yang lain adalah (edit: maksudnya jarang menulis), saya mulai membiasakan diri untuk menulis lagi. Awalnya sih Cuma sesekali menanggapi sharing anggota yang lauin di milis. Ga sering lho, tapi kok lama-lama mulai muncul keinginan juga untuk menulis dan curhat panjang lebar. Sepertinya teman-teman yang lain kok lancar berkata-kata l;ewat tulisan. Saya jadi pengen juga dong. Mulai deh saya tulis blog kecil-kecilan di friendster saya. Ga bagus-bagus amat sih saya pikir, tapi salah seorang teman saya yang wartawan salah satu majalah wanita memberikan saya pujian dan saya makin terdorong lagi untuk menulis. Gara-gara BIB nih saya pikir, saya jadi punya ‘media’ lain untuk menumpahkan segala uneg-uneg dan perasaan saya, apa yang saya alami sehari-hari, hal apa yang saya senangi dan tidak senangi. Lega juga bisa curhat hanya dengan tulisan. Terimakasih sekali lagi BIB. Pengaruh lain BIB terhadap diriku ini adalah, saya jadi punya banyak kawan baru lho. Lewat milis, saya bisa menemukan teman yang ternyata sama-sama penggemar Laura Ingalls Wilder misalnya. Di lain waktu, sempet ketemu juga teman yang sama-sama pencinta kucing , lalu sempat juga curhat-curhatan tentang masalah rumahtanggaku dengan seorang teman lain di milis ini yang baru tertimpa musibah. Senang ya rasanya, walaupun ga tahu wajah masing-masing , tapi bisa berkomunikasi dan bertukar informasi. Baru-baru ini saya malah sering japrian dengan beberapa anggota milis lain karena ternyata kami masih tinggal di satu area. Dalam waktu dekat kayaknya mau Kopdar nih. Siapa tahu dari Kopdar ada tercetus memunculkan bisnis baru bersama mungkin? Hehe..wallahuallam…tapi sesuatu yang baik kenapa ga diteruskan iya ga. Tapi jangan salah lho. Komunitas BundainBiz bukan hanya berkecimpung di bisnis aja. Bergabung di sini juga ternyata makin mempertebal rasa berbagi dan empati terhadap rekan lain yang sedang tertimpa musibah. Terharu juga lho jika baca surat dimana sesama anggota saling membesarkan hati dan memberi semangat ketika rekan yang lain tertimpa musibah. Walaupun hanya sekedar meminta pendapat, atau ketika salah seorang anggota dilanda kebingungan ketika akan memutuskan sesuatu. Kebersamaa seperti ini deh yang saya suka. Ini menunjukkan , setidaknya pada saya, bahwa masih banyak kok orang baik di bumi ini. Contohnya: anggota BundainBiz dong (weleh…narcis dot com euy). Karena banyak hal yang telah saya dapatkan dari BIB, saya seringkali mengajak tetangga saya sesama ibu rumah tangga untuk ikut bergabung dengan komunitas ini dan memberdayakan dirinya sendiri. Seringkali saya sebel jika mereka bilang, “saya sih pengangguran, Cuma ibu rumah tangga” Aduh pliss deh…ibu rumah tangga itu juga kan pekerjaan. The hardest job on earth kalau Oprah bilang. Hanya akan lebih bermanfaat seandainya kegemaran ibu-ibu ini untuk berkumpul dan ngobrol disalurkan lewat BIB kan. Bayangin aja, dari ngobrol bisa mendatangkan penghasilan tambahan, minimal pencerahan dalam diri sendiri deh walaupun telah disibukan dengan pekerjaan rumah tangga dan keluarga, walaupun tujuan hidup telah berubah menjadi kami, tapi si aku ini masih ada dan akan terus mengembangkan dirinya. Kalau sang ratu rumah tangga bisa berkembang, yang kena dampak positifnya pastilah anak-anak dan suami kan. Walah…ngomongku tinggi banget deh. Tapi sejauh ini sih sudah satu orang yang berhasil saya tarik sebagai anggota. Dua orang lagi masih on the way untuk bergabung. Rata-rata masih bebisnis off line seperti saya sih, tapi dengan mengikuti komunitas ini saya pikir semangat saya dan kawan-kawan pastilah akan terus terpompa untuk melebarkan sayap usaha masing-masing. Pokoknya, terima kasih BIB, yang telah memberikan banyak untuk saya walaupun saya belum bisa memberikan banyak buat komunitas ini. Selamat ulang tahun untuk BIB, dan maju terus para bunda Indonesia. Semangat, semangat, semangat. Wassalam, Susan Saptariani Sadli |























